JAKARTA - Pemadaman listrik di Bandara Soekarno-Hatta subuh tadi, patut disesalkan. Karena dapat mencoreng citra Indonesia di mata dunia."Kita tahu bahwa bandara adalah area vital. Apapun yang terjadi, pemberitaannya segera keluar ke angkasa dan ke luar negeri. Ingat ketika Thaksin (PM Thailand) diturunkan, itu dengan demonstrasinya di jantungnya bandara. Sehingga lumpuh semua," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (6/8/2010).
Untuk itu, Priyo meminta pihak PLN agar tidak mengambil resiko terhadap lokasi atau area yang memiliki dampak yang ber-cost mahal atau berdampak besar terhadap citra Indonesia. Apapun alasannya, pemadaman seperti itu sulit untuk diterima.
Priyo juga mempertanyakan mengapa suplai listrik di Bandara Soetta tidak tersistem secara ganda. Sehingga jika terjadi pemadaman otomatis, satu suplai listrik lain dapat mem-backup.
"Saya meminta kepada Direktur PLN, dan Kementerian ESDM untuk menjamin kepastian itu tidak terjadi lagi," tegasnya.
Mengenai permasalahan energi yang tak pernah terselesaikan, politisi dari Golkar ini mengatakan, sebenarnya Indonesia memiliki Dewan Energi Nasional yang berfungsi untuk menjamin persediaan energi, pasokan, cadangan, serta lainnya. Namun, Dewan Energi Nasional belum secara strategis membahas masalah ini.
"Saya merasa iri terhadap AS dan Rusia. Mereka memiliki cadangan energi mulai batubara, oil, gas, maupun biji-biji emas, perak, dan macam-macam. Sengaja tidak disedot, untuk mencadangkan anak-cucu," ungkapnya.(hri)
sumber : http://news.okezone.com
Comments
Post a Comment